Friday, April 16, 2021

Tradisi Kebudayaan Untuk Perempuan, Pendidikan Hingga Politik

Perempuan, pendidikan adalah hal yang seringkali menjadi sebuah perbincangan yang begitu hangat dan juga sering kali menjadi sebuah perdebatan saat melawan tradisi kebudayaan. Berbicara mengenai budaya yang ada, banyak sekali para ahli yang menjelaskan bagaimana arti yang ada dalam kata budaya itu sendiri. Akan tetapi juga secara garis besarnya juga budaya adalah sesuatu yang cukup abstrak, yang muncul dari gagasan-gagasan manusia kemudian akan diterapkan pada manusia yang lainnya sehingga bisa membentuk suatu pola.

Menurut seorang Koentjaraningrat, budaya diartikan juga sebagai sebuah sistem gagasan dan rasa, sebuah tindakan serta juga karya yang akan dihasilkan oleh manusia yang ada di dalam kehidupannya yang ingin bermasyarakat. Dalam artian secara bahasa, budaya dalam bahasa Inggris yakni merupakan culture yang bisa didefinisikan sebagai segala daya dan juga dalam kegiatan manusia untuk bisa mengolah alam. Sebagaimana budaya yang berarti semua gagasan yang mendeskripsikannya. Perempuan dalam masa remajanya, dikonsepkan juga untuk bisa pandai dalam merias diri, pandai memasak, pandai mengurus kegiatan rumah, tingkah laku juga terbatas supaya bisa tetap terlihat tampil anggun.

Maka pada saat mereka tumbuh menjadi orang yang dewasa, disegerakan lagi untuk bisa menikah karena sudah dididik ala “perempuan” saat mereka masih remaja. Pada saat setelah mereka menikah, mempunyai anak menjadi suatu dambaan sebuah keluarga yang utuh dan juga harmonis, setelahnya menjadi ibu, maka perempuan merupakan sosok individu yang memang perlu untuk menjaga dirinya mereka sehingga mereka juga perlu untuk memberikan anak sebagai rezeki dari tuhan dan juga perlu untuk melayani suami.

Begitulah konsepnya yang sempit dari perempuan dalam lingkar ketidaksetaraan, perempuan juga bisa menjadi sebuah budaya untuk mengurusi ranah domestik saja dan bukan seharusnya ia menjadi publik. Ranah publik ataupun juga ranah umum yang cakupannya jauh lebih luas dengan sebagai contohnya bekerja dengan suatu urusan intelektual bukanlah suatu urusan bagi perempuan itu sendiri. Dengan konsep perempuan yang berakhir pada urusan rumah tangga saja yakni hanya akan difokuskan untuk bisa mengurus anak, rumah, suami, hingga kebutuhan dapur yang lainya.

Tradisi Kebudayaan

Maka berakhirlah pada suatu konsep yang mana bahwasanya perempuan tidak diperlukan untuk bisa mendapatkan pendidikan formal mereka. Ada sebuah ucapan yang memang sangat sering terdengar yang memang akan dilontarkan kepada para perempuan, “Ngapain kamu sekolah tinggi-tinggi, nanti juga ujung-ujungnya ke dapur”. Mirisnya adalah, lontaran kalimat tersebut juga akan diucapkan oleh seorang perempuan yang juga mengalami hal ini di dalam hidup mereka, Sehingga sangat sulit untuk mereka bisa maju.

Dalam sebuah jurnal karya dari Ratna Sari Asmarani dengan judul Perempuan dalam Perspektif Tradisi Kebudayaan, dijelaskan juga bahwasanya sebagai teladan dari RA Kartini sebagai salah satu pejuang kesetaraan gender untuk perempuan yang berada dalam lingkup patriarki. Beliau juga memperjuangkan salah satunya yakni pendidikan yang memang perlu untuk di dapatkan oleh kalangan masyarakat keturunan INdonesia-Belanda dan juga pejabat, termasuk juga RA Kartini yang mana ayahnya yakni seorang Bupati Jepara. Dengan oendidikan yng didapatkan olehnya sejak masih sekolah membuka wawasannya sejak ia masih kecil.

Tradisi pingitan merupakan salah satu tradisi Jawa untuk anak perempuan bangsawan yang sudah memasuki masa akil balig yang memang perlu untuk dipingit atau dibatasi ruang untuk geraknya. Perempuan yang sudah baligh dilarang keras untuk bisa memasuki ruang publik dan juga tidak bisa berkomunikasi dengan sembarangan orang. Perempuan yang sudah baligh ini dipingi hingga menunggu calon suaminya yang mungkin adalah orang dari pilihan orang tuanya. Kartini saat ini pun sedih akan melepaskan pendidikannya dna juga dibatasi ruang geraknya.

Nasib berbeda dengan kakak Kartini yakni seorang laki-laki yang tidak bisa melakukan Tradisi kebudayaan seperti Pingitan. Hingga sampailah Ra Kartini dengan fokus pada keprihatinannya untuk dunia pendidikan. Dengan adanya suatu tradisi pingitan ini yang memang akan mengharuskan perempuan di Jawa ningrat akan melepaskan pendidikan dan juga anak bangsawan pribumi yang memang tidak bisa bersekolah karena memang mengharuskan berbahasa Belanda dengan fasih yang akan menjadikan Kartini tergerak untuk bisa membuat suatu gerakan.

Kartini juga menginginkan pendidikan yang formal bisa didapatkan oleh para perempuan Jawa Ningrat. Kartini juga ingin bahwasanya perempuan pun dapat mengenyam pendidikan untuk bisa tahu lebih banyak ilmu pengetahuan secara umum yang ada di luar sana sehingga wawasan mereka akan jauh lebih terbuka dan juga sebagai salah satu bekal untuk anak-anak mereka di hari yang akan datang. Kartini juga meyakinkan bahwasanya perempuan ini bisa mempunyai pengaruh besar yang baik kepada masyarakat.

Maka dari itulah menurut RA Kartini inipun untuk dunia pendidikan dan juga mengenyam sekolah formal menjadi salah satu hak yang telah dimiliki oleh perempuan bisa saja memperluas pola pikir dan juga tidak terbataskan dalam suatu konsep perempuan yang sempit. Sejatinya adalah perempuan pun juga bisa menjadi pelaksana yang mempunyai pengaruh yang cukup baik dalam lingkup domestik maupun juga publik yang salah satu caranya yakni melalui sebuah pendidikan dan juga terobosan beda kebudayaan.

Related Articles

Kabar Bahagia, Tengku Dewi Putri Telah Melahirkan Anak Pertamanya

Beritamalam.com - Baru-baru ini kebahagian tengah menyelimuti pasangan selebritis Tengku Dewi Putri dan Andrew Andika. Setelah penantian selama tiga tahun lamanya, kedua pasangan selebritis...

Terkini! Nadya Mustika Positif COVID-19 Saat Melahirkan Anak Pertama

Beritamalam.com - Pasangan selebritis Rizki DA dan Nadya Mustika Ratu pada saat ini sedang berbahagia karena baru saja dikaruniai anak pertamanya. Namun, kabar buruk...

Viral TikTok, Tukang Becak Kehilangan Uang 2 Juta Rupiah Saat Sholat

Beritamalam.com - Video viral tukang becak yang kehilangan uangnya sebesar Rp 2 juta rupiah langsung viral di aplikasi TikTok. Video yang memperlihatkan seorang laki-laki...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,804FansLike
2,506FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

Kabar Bahagia, Tengku Dewi Putri Telah Melahirkan Anak Pertamanya

Beritamalam.com - Baru-baru ini kebahagian tengah menyelimuti pasangan selebritis Tengku Dewi Putri dan Andrew Andika. Setelah penantian selama tiga tahun lamanya, kedua pasangan selebritis...

Terkini! Nadya Mustika Positif COVID-19 Saat Melahirkan Anak Pertama

Beritamalam.com - Pasangan selebritis Rizki DA dan Nadya Mustika Ratu pada saat ini sedang berbahagia karena baru saja dikaruniai anak pertamanya. Namun, kabar buruk...

Viral TikTok, Tukang Becak Kehilangan Uang 2 Juta Rupiah Saat Sholat

Beritamalam.com - Video viral tukang becak yang kehilangan uangnya sebesar Rp 2 juta rupiah langsung viral di aplikasi TikTok. Video yang memperlihatkan seorang laki-laki...

Kuliner Lokal Paling Enak Yang Bisa Jadi Inspirasi Menu Perayaan

Beritamalam.com - Berbicara soal kuliner Indonesia tidak ada habisnya, ada sangat banyak kuliner lokal paling enak yang rasanya sayang kalau dilewatkan. Biasanya beberapa kuliner...

Yuyun Sukawati Alami KDRT dan Laporkan Suami ke Komnas Perempuan

Beritamalam.com - Baru-baru ini dunia maya tengah dihebohkan dengan salah satu artis senior Yuyun Sukawati. Pesinetron Yuyun Sukawati alami KDRT dan penganiayaan dari suaminya...