Friday, April 16, 2021

Polemik RUU PKS Untuk Disahkan Namun Tidak Terlaksana Dengan Baik

Saat ini kasus kekerasan seksual sudah bukan lagi merupakan hal yang aneh atau asing terjadi di kalangan masyarakat. Bahkan tidak jarang juga diantara para korbannya merasa tidak bisa mendapatkan hal yang adil dari perlakuan orang lain kepada dirinya. Hal ini pun bisa memicu korbannya menjadi stres dan putus asa. Oleh sebab itulah polemik RUU PKS perlu disahkan. Akan tetapi pahitnya juga perlu diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia karena bagaimanakah jika usulan ini tidak terlaksanakan secara baik.

“Terkait dengan perlindungan perempuan disabilitas dari kasus kekerasan seksual, untuk saat ini Komnas Perempuan sedang melakukan kajian yang lebih mendalam tentang bagaimana Kekerasan terhadap Perempuan dengan disabilitas. Hasil kajian ini pun nantinya juga akan memberikan gambaran terhadap bagaimanakah situasi yang akan terjadi akibat adanya kekerasan yang dialami oleh perempuan dengan disabilitas yang nantinya dapat dijadikan acuan bagi Komnas Perempuan untuk menyusun program perlindungan perempuan dari kekerasan seksual,” sambung Fuad yang kami lansir dari Tirto.id.

Penarikan pada keputusan RUU PKS dari Prolegnas Prioritas serta alasan penarikannya bikin banyak pihak yang nantinya akan marah. RUU ini pun sebelumnya telah melewati nyaris delapan tahun, dan ditarik dari Prolegnas karena alasan yang bikin publik geleng-geleng kepala: “Pembahasannya agak sulit untuk dibahas.” Penundaan berulang pengesahan RUU PKS dapat menimbulkan dugaan bahwa sebagian besar anggota dari DPR RI belum bisa memahami dan merasakan bagaimanakah situasi genting persoalan kekerasan seksual.

Karenanya, Komnas Perempuan akan mendorong DPR RI untuk segera melaksanakan komitmennya dengan lebih sungguh-sungguh dalam membahas RUU PKS perlu disahkan pada tahun 2021 yang akan datang demi kepentingan terbaik korban dari kekerasan seksual, khususnya perempuan.Bagaimanapun, angka dari tragedi kekerasan seksual ini pun akan terus naik dari tahun ke tahun, dan juga belum ada payung hukum yang memang benar-benar dapat melindungi para korbannya.

Pada sebuah Catatan Tahunan Komnas Perempuan, tercatat ada sekitar 431.471 kasus kekerasan terhadap para perempuan. Dalam kurun waktu hingga 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat hampir mencapai hingga 800 persen, atau 8 kali lipat. Selain itu, ada sekitar 55.273 kasus dalam kekerasan terhadap para perempuan yang dilaporkan secara langsung. Sebanyak 8.964 kasus kekerasan seksual telah dicatatkan sebagai tindak perkosaan kepada orang lain. Yang lebih mirisnya lagi, kurang dari 30 persen laporan kasus perkosaan yang diproses oleh badan hukum.

Polemik RUU PKS

“Di kasus kekerasan seksual, banyak korbannya yang terkena keluhan seperti depresi, dimana mereka perlu untuk pergi ke psikiater. Bahkan juga ada sebagian dari mereka yang memilih jalan untuk bunuh diri karena kasusnya tidak dapat diproses secara hukum. Kadang di aparat hukum, kasusnya tersebut juga dianggap suka sama suka,” menurut Veni Siregar, selaku Koordinator Sekretariat Nasional FPL.

Kasus kekerasan seksual yang terus naik adalah satu dari banyak alasan untuk segera mengesahkan RUU PKS. Alasan lain yang juga amat penting: KUHP tak bisa mencakup semua jenis kekerasan seksual. Di KUHP, kekerasan seksual hanya terbagi jadi dua jenis: perkosaan dan pencabulan. Itupun belum sepenuhnya menjamin hak dan perlindungan pada korban. Di KUHP juga tidak ada pasal yang mengatur tentang unsur ancaman atau relasi kuasa.

Polemik RUU PKS lebih detail dalam menjabarkan tindakan kekerasan seksual, dengan menguraikan secara jelas definisi 9 kekerasan seksual. Selain itu, RUU PKS juga punya aspek yang memihak korban, serta mengatur tindak hukuman pidana yang lebih luas dan berat bagi pelaku. Contohnya, akan ada pemidanaan terhadap korporasi, pidana tambahan berupa restitusi, pidana tambahan berupa pencabutan hak politik, dan juga pencabutan hak asuh. Semuanya itu tak ada dalam KUHP.

“RUU PKS memiliki enam elemen kunci yaitu: pencegahan, sembilan bentuk kekerasan seksual, ketentuan pidana, hukum acara pidana, pemulihan dan pemantauan. Hal-hal tersebut tidak dimiliki undang-undang lainnya secara komprehensif. Sehingga ketika RUU PKS disahkan maka hak korban atas keadilan, perlindungan dan pemulihan dapat diwujudkan,” ujar Veryanto Sitohang, Komisioner Komnas Perempuan.

RUU yang berpihak pada korban itulah yang sekarang darurat untuk disahkan. Sebab, selama ini hukum yang ada nyaris tak bisa berbuat apa-apa dalam melindungi korban kekerasan seksual. Salah satu contoh yang bikin banyak orang meradang adalah kasus BN, mantan guru honorer di Nusa Tenggara Barat medio 2018. Kepala Sekolahnya melakukan pelecehan seksual berulang kali sejak 2012, BN merekam percakapan itu, dan melaporkannya. Si Kepala Sekolah balik melaporkannya, dan BN diputuskan bersalah oleh MA.

“Kasus BN berpotensi membuat korban kekerasan seksual lainnya akan takut melapor ketika perlindungan negara minim terhadap korban. Jika RUU PKS disahkan, maka hukum acara pidana melarang mengkriminalkan korban. Dan aspek Pemulihan sebelum dan setelah proses pengadilan akan dilakukan sehingga korban dibantu untuk melewati proses trauma karena kondisi korban akan berbeda saat sebelum terjadi kasus dan setelah adanya kasus, bahkan ketika pelaku sudah dihukum,” tambah Very.

Related Articles

Kabar Bahagia, Tengku Dewi Putri Telah Melahirkan Anak Pertamanya

Beritamalam.com - Baru-baru ini kebahagian tengah menyelimuti pasangan selebritis Tengku Dewi Putri dan Andrew Andika. Setelah penantian selama tiga tahun lamanya, kedua pasangan selebritis...

Terkini! Nadya Mustika Positif COVID-19 Saat Melahirkan Anak Pertama

Beritamalam.com - Pasangan selebritis Rizki DA dan Nadya Mustika Ratu pada saat ini sedang berbahagia karena baru saja dikaruniai anak pertamanya. Namun, kabar buruk...

Viral TikTok, Tukang Becak Kehilangan Uang 2 Juta Rupiah Saat Sholat

Beritamalam.com - Video viral tukang becak yang kehilangan uangnya sebesar Rp 2 juta rupiah langsung viral di aplikasi TikTok. Video yang memperlihatkan seorang laki-laki...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,804FansLike
2,506FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

Kabar Bahagia, Tengku Dewi Putri Telah Melahirkan Anak Pertamanya

Beritamalam.com - Baru-baru ini kebahagian tengah menyelimuti pasangan selebritis Tengku Dewi Putri dan Andrew Andika. Setelah penantian selama tiga tahun lamanya, kedua pasangan selebritis...

Terkini! Nadya Mustika Positif COVID-19 Saat Melahirkan Anak Pertama

Beritamalam.com - Pasangan selebritis Rizki DA dan Nadya Mustika Ratu pada saat ini sedang berbahagia karena baru saja dikaruniai anak pertamanya. Namun, kabar buruk...

Viral TikTok, Tukang Becak Kehilangan Uang 2 Juta Rupiah Saat Sholat

Beritamalam.com - Video viral tukang becak yang kehilangan uangnya sebesar Rp 2 juta rupiah langsung viral di aplikasi TikTok. Video yang memperlihatkan seorang laki-laki...

Kuliner Lokal Paling Enak Yang Bisa Jadi Inspirasi Menu Perayaan

Beritamalam.com - Berbicara soal kuliner Indonesia tidak ada habisnya, ada sangat banyak kuliner lokal paling enak yang rasanya sayang kalau dilewatkan. Biasanya beberapa kuliner...

Yuyun Sukawati Alami KDRT dan Laporkan Suami ke Komnas Perempuan

Beritamalam.com - Baru-baru ini dunia maya tengah dihebohkan dengan salah satu artis senior Yuyun Sukawati. Pesinetron Yuyun Sukawati alami KDRT dan penganiayaan dari suaminya...