Friday, April 16, 2021

Guru Honorer Tuntut Pemerintah Untuk Jadi PNS, Begini Tanggapan Pemerintah

Beritamalam.com – Guru honorer tuntut pemerintah untuk jadi PNS, komisi X Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan seleksi 1 juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diselenggarakan pemerintah tidak menjawab aspirasi guru honorer, pasalnya guru honorer lebih ingin diangkat menjadi pegawai negeri sipil daripada hanya berstatus pegawai kontrak. “Aspirasi guru honorer, terutama yang usia di atas 35 tahun bukan diangkat menjadi ASN dengan status PPPK, namun ingin diangkat menjadi PNS” ucap salah satu anggota Komisi X Fraksi PAN, Zainuddin Maliki.

“Selama ini mereka sudah merasa berstatus tenaga honorer daerah dikontrak tiap tahun dengan Sk yang dikeluarkan pemerintah daerah, Aneh kalau diminta ikut seleksi untuk diangkat jadi ASN berdasarkan kontrak” lanjutnya. Menurut Zainuddin pengangkatan menjadi PNS merupakan penghargaan yang layak diberikan kepada guru honorer, selain itu peta kebutuhan guru juga memungkinkan pengangkatan tersebut dilakukan. Berdasarkan catatan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, guru PNS hanya menutupi 51 persen dari seluruh guru di sekolah negeri.

Sedangkan 33 persen lainnya diisi oleh guru honorer dan 4 persen sisanya diisi oleh PPPK dan lulusan CPNS 2019 yang masih dalam proses pengangkatan. Dari jumlah tersebut masih ada 12 persen atau setara dengan 275.243 posisi guru yang belum terisi, sementara menurut Zainuddin, seleksi PPPK yang akan digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini bakal sarat akan masalah. Formasi yang diajukan pemerintah daerah ke pusat baru mencapai setengah dari target 1 juta formasi guru yang digembar-gemborkan oleh pemerintah sebelumnya.

Dari kabar guru honorer tuntut pemerintah ini masih banyak pemerintah daerah yang tidak percaya kalau gaji dan tunjangan PPPK akan dijamin pemerintah pusat, “Pemda dalam hal ini masih berpegang pada Perpres No. 98 Tahun 2020 yang menegaskan kalau gaji dan tunjangan bagi PPPK yang bekerja di instansi daerah dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah” ucapnya, Zainuddin juga mengatakan ketentuan yang sama juga diatur dalam peraturan Menteri Dalam Negeri No. 6 Tahun 2021 yang mengatakan belanja pegawai bagi PPPK dibebankan pada APBD.

Guru Honorer Tuntut Pemerintah

Ia juga menilai sosialisasi terkait penganggaran PPPK tidak dijelaskan dengan baik oleh pemerintah pusat, sampai kemudian terjadi kesalahpahaman dan keengganan pemda dalam mengajukan formasi. Sebelumnya Direktur Jenderal GTK Kemendikbud Iwan Syahril mengatakan pihaknya kalau sudah menganggarkan biaya sebesar Rp 19,4 triliun yang akan disalurkan pusat ke daerah melalui Dana Alokasi Umum. Namun sejumlah pemerintah daerah dalam rapat yang dilakukan bersama dengan Komisi X mengaku membutuhkan informasi dan petunjuk teknis yang formal terkait penganggaran tersebut agar persoalan gaji dan juga tunjangan dapat dijamin sebagai urusan pusat.

Tidak hanya terkendala ketidakyakinan pemda, seleksi 1 juta guru PPPK juga diprotes keras oleh kalangan guru honorer, para guru honorer tuntut pemerintah agar mengeluarkan keputusan Presiden untuk mengangkat guru honorer menjadi PNS. Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menegaskan pengangkatan guru honorer tidak dapat dilakukan tanpa adanya seleksi, kemudahan yang dia tawarkan hanya berupa bonus nilai untuk para guru honorer di atas 40 tahun dan sudah bersertifikat. Sementara itu diketahui Forum Honorer Kategori 2 Indonesia mendesak pemerintah agar membuka formasi untuk 380 ribu tenaga honorer non-guru kategori 2 yang belum diakomodir mengikuti seleksi.

Titi Purwaningsih selaku ketua umum FHK2I mengatakan tidak semua daerah saat itu membuka seleksi PPPK, sehingga menurutnya sendiri masih ada banyak tenaga honorer K2 yang tersisa tanpa nasib yang jelas, “Karena sisa K2 masih sekitar 380 ribu dan angka ini akan terus kita kawal sampai clear, ini belum terakomodir, terutama yang teknis lainnya. Kareena K2 kan tidak hanya guru” ucap Titi, “Tenaga honorer K2 yang teknis lainnya sampai saat ini belum ada formasinya, karena yang terakomodir hanya guru saja” lanjut penjelasan Titi Purwaningsih saat ditemui awak media.

Seperti yang sudah diketahui tahun ini pemerintah membuka alokasi 1 juta guru PPPK dan 70 ribu PPPK non guru , namun Titi mengatakan formasi PPPK non guru belum mengakomodir formasi untuk tenaga teknis lainnya. Menurut Titi ada sekitar 380 ribu tenaga honorer K2 yang belum jelas bagaimana nasib kedepannya dan itu mayoritas bekerja sebagai tenaga teknis administrasi, penjaga sekolah, staf tata usaha hingga petugas Satpol PP, ia juga menilai pemerintah bertanggung jawab menyelesaikan perkara kesejahteraan dan kepastian kerja honorer K2.

Related Articles

Kabar Bahagia, Tengku Dewi Putri Telah Melahirkan Anak Pertamanya

Beritamalam.com - Baru-baru ini kebahagian tengah menyelimuti pasangan selebritis Tengku Dewi Putri dan Andrew Andika. Setelah penantian selama tiga tahun lamanya, kedua pasangan selebritis...

Terkini! Nadya Mustika Positif COVID-19 Saat Melahirkan Anak Pertama

Beritamalam.com - Pasangan selebritis Rizki DA dan Nadya Mustika Ratu pada saat ini sedang berbahagia karena baru saja dikaruniai anak pertamanya. Namun, kabar buruk...

Viral TikTok, Tukang Becak Kehilangan Uang 2 Juta Rupiah Saat Sholat

Beritamalam.com - Video viral tukang becak yang kehilangan uangnya sebesar Rp 2 juta rupiah langsung viral di aplikasi TikTok. Video yang memperlihatkan seorang laki-laki...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,804FansLike
2,506FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

Kabar Bahagia, Tengku Dewi Putri Telah Melahirkan Anak Pertamanya

Beritamalam.com - Baru-baru ini kebahagian tengah menyelimuti pasangan selebritis Tengku Dewi Putri dan Andrew Andika. Setelah penantian selama tiga tahun lamanya, kedua pasangan selebritis...

Terkini! Nadya Mustika Positif COVID-19 Saat Melahirkan Anak Pertama

Beritamalam.com - Pasangan selebritis Rizki DA dan Nadya Mustika Ratu pada saat ini sedang berbahagia karena baru saja dikaruniai anak pertamanya. Namun, kabar buruk...

Viral TikTok, Tukang Becak Kehilangan Uang 2 Juta Rupiah Saat Sholat

Beritamalam.com - Video viral tukang becak yang kehilangan uangnya sebesar Rp 2 juta rupiah langsung viral di aplikasi TikTok. Video yang memperlihatkan seorang laki-laki...

Kuliner Lokal Paling Enak Yang Bisa Jadi Inspirasi Menu Perayaan

Beritamalam.com - Berbicara soal kuliner Indonesia tidak ada habisnya, ada sangat banyak kuliner lokal paling enak yang rasanya sayang kalau dilewatkan. Biasanya beberapa kuliner...

Yuyun Sukawati Alami KDRT dan Laporkan Suami ke Komnas Perempuan

Beritamalam.com - Baru-baru ini dunia maya tengah dihebohkan dengan salah satu artis senior Yuyun Sukawati. Pesinetron Yuyun Sukawati alami KDRT dan penganiayaan dari suaminya...